Dinyanyikan Satgas Pamtas Bersama Masyarakat, Indonesia Raya Menggema di Nelu




KUPANG, NTT - Warga Desa Nelu, Kecamatan Naibenu yang hingga kini masih hidup diatas status tanah yang masih menjadi sengketa antara Republik Indonesia dan Republik Demokratic De Timor Leste (RI-RDTL) tersebut akhinya dengan berani mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang selama ini jarang sekali dinyayikan.

Kumandangan lagu Kebangsaan Republik Indonesia tersebut dinyayikan bersama-sama oleh Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN bersama dengan masyarakat Nelu guna menanamkan nilai Patriotisme dari dalam diri Warga Indonesia yang ada di Perbatasan.

Dankipur I, Lettu Inf Teguh Prasetyo pad Minggu (2/12), menuturkan bahwa pihaknya bersama dengan masyarakat Nelu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut di daerah perbatasan yang selama ini masih menjadi daerah sengketa antara RI-RDTL itu guna menanamkan nilai Patriotisme kepada masyarakat.

Dikatakan, Dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya pihaknya memastikan rasa cinta akan tanah air Indonesia oleh masyarakat Nelu akan semakin tinggi meskipun hingga kini mereka belum mendapatkan hak yang mutlak sebagai warga negara Indonesia selayak warga NKRI lainnya.

"Masyarakat Nelu curhat jarangan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sehingga anggota yang bertugas di Pos Nelu mendampingi dan menyanyikan lagu tersebut bersama-sama dengan masyarakat," tutur Lettu Teguh.

Sebagai prajurit TNI yang bertugas sebagai Satgas Pamtas di daerah perbatasan selain menjaga patok batas antara RI-RDTL maupun dengan negara lain, Pihaknya harus menggelar berbagai aktifitas dengan masyarakat guna menumbuhkan kecitaanya terhadap NKRI yang semakin kuat dan kokoh apalagi daerah yang bersengketa seperti Nelu ini.

Pihaknya juga akan menggelar berbagai kegiatan di wilayah perbatasan pengawasan kompi tempur I dengan masyarakat baik itu baksos maupun kegiatan lainnya sehingga masyarakat yang berada di perbatasan dapat membantu TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI di perbatasan.

"Kami akan gelar banyak kegiatan dengan masyarakat di perbatasan. TNI kuat karena Masyarakat sehingga kami akan bersama-sama bergotong royong menjaga perbatasan ini," Pungkasnya.

Sementara, Lukas Elu warga Nelu mengaku bangga karena bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sekuatnya di daerah perbatasan yang selama ini masih menjadi sengketa antara RI-RDTL yang tak kunjung selesai.

Lukas menuturkan selama ini dirinya bersama warga Nelu lainnya hidup dalam ketakutan karena sering kali ada konflik antara warga Nelu (RI) dan warga Leolbatan (RDTL) berkaitan dengan batas wilayah sehingga pihaknya jarang sekali menyayikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

"Selama ini kami mau menyanyi juga takut karena nanti diserang oleh warga Leolbatan sehingga kami diam saja. Tapi Berkat Satgas Pamtas dari Yonif Mekanis 714/GN kami bisa menyanyi sekuatnya tanpa takut," Tutur Lukas.

Ia berharap, Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat secepatnya dapat menyelesaikan persoalan batas antara RI-RDTL di Nelu dan Leolbatan sehingga pihaknya bisa hidup dalam kedamaian tanpa adanya rasa takut lagi dari dalam diri masyarakat Nelu.

Namun apabila masalah ini terua dibiarkan maka warga Nelu akan terus hidup dalam ketakutan sehingga tidak akan berbuat apa-apa. Apalagi menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan kuat tentu akan mengundang amarah warga Leolbatan dan dipastikan akan timbul konflik.

"Kami minta kepada Pemerintah untuk secepatnya selesaikan persoalan batas antara Nelu dan Leolbatan sehingga kami bisa hidup bebas dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sekuatnya," pintanya. (Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 714/GN)

Tidak ada komentar