Samudra Pasai Kerajaan Islam Pertama Indonesia

Masjid Baiturahman Aceh/ilustrasi foto @Barry Kusuma

Negeri kita Nusantara dikenal dunia sebagai negara yang memiliki corak ragam budaya, dan kaya akan suku bangsa. Pengaruh Islam masuk dari jazirah arab melalui Pulau Sumatera tepatnya Aceh Darussalam, Lhok Sumawe. Sebelum  menjadi kerajaan besar, Samudra Pasai adalah hasil perwujudan kerajaan kecil seperti Perlak yang kemudian menjadi kerajaan Islam yang besar dan kuat.


Raja pertama kerajaan Samudra Pasai adalah  Sultan Malik As-Saleh, sebelum menganut islam namanya adalah Meurah Silu.l gelah Malik As-Saleh diberikan Oleh Syekh ismail,syekh Ismail juga membimbing sultan Malik dalam mendirikan Samudera Pasai. Gelar sultan malik As-saleh dapat dibuktikan dari batu Nisan yang ditemukan dikampung Samudera, sebelah kiri Sungai Pasai. Batu Nisan itub tercatat pada tahun 653 Hijriah ( tahun Islam ) atau 1297M.

Setelah Sultan Malik Meninggal dunia pada tahun 1297, lalu iapun digantikan oleh sultan Muhammad Malik At-Thahin baian Syah, putranya, ia lebih dikenal namanya dengan Sultan Malik AtThahir.  Raja baru ini ternyata tidak membawa Samudera Pasai menjadi maju, tidak seperti pada saat ayahnya masih berkuasa. Sultan malik At-Thahir berkuasa di Samudera Pasai sampaitahun 1326. Sultan Malik ini sangat dicintai rakyatnya. Ia sering beribadah bersama rakyatnya, ia memerintah dengan cara yang bijaksana. Lagi pula ia adalah penganut islam yang taat.

Barulah setelah Samudera Pasai diperintah oleh Sultan Ahmad, kerajaanpun menjadi maju, pada masa inilah Ibnu Batutah, seorang musafir Arab terkenal, berkunjung ke Samudera Pasai. Dalam laporannya Ibnu Baututah  menuliskan bahwa Islam berkembang dengan baik dan pesat di negeri ini. Dalam catatannya pula ia menyebutkan bahwa Sumatra sebagai nama untuk Pulau Andalas.

Ada tiga berita yang menyatakan bahwa pada masa kekuasaan sultan Ahmad, Samudera Pasai sudah bekerja sama dan membuka hubungan dengan Malaka, Jawa, China dan Delhi (India). Hubungan ini lebih menekankan pada bidang pemerintahan , politik, perdagangan , dan keagamaan.

Saat penjajah portugis datang , Samudera Pasai tetap Kukuh dan perkasa, ia dapat mempertahankan pengaruh politik  dan menyebarkan agama Islam ke berbagai daerah di Asia Tenggara. Bahkan pengaruhnya ini  sampai ke Kedah di Semenanjung Malaysia, Kedah dapat dikuasai Samudera Pasai pada tahun 1370 M, saat masa pemerintahan Raja Zainal Abidin tahun (1349-1406 M) .

Pada abad ke 14 , samudera pasai telah memiliki kekuasaan yang cukup besar dan disegani. Kekuasaannya pun meluas sampai melebihi Selat Malaka, Samudera Pasai memiliki peranan penting dalam bidang politik dan perkembangan Islam di Asia tenggara.

Kerajaan Majapahit pernah menyerang kerajaan Samudera Pasai pada tahun 1361 dalam rangka memperluas wilayah kekuasaan. Konflik internal juga semakin menambah melemahnya pengaruh dan kekuatan kerajaan Islam ini.

Samudera Pasai mengalami kemerosotan Ekonomi, ditengah kemerosotan kondisi kerajaan, kemudian, bangsa penjajah yaitu bangsaPortugis datang menyerang (1521), kerajaan Samudera Pasai pun Lumpuh. Kerajaan Samudera Pasai akhirnya berada di bawah kekuasaan kerajaan Aceh. (berbagai sumber)

Tidak ada komentar