Profil Sertu Hendra, Marinir Yang Temukan Black Box Lion Air JT-610


Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas SAR (Search and Rescue) gabungan Basarnas, berhasil menemukan black box pesawat Lion Air JT-610 di bawah laut kedalaman 30 meter.

Black box ditemukan pada pukul 10.15 WIB di perairan Karawang oleh penyelam Sertu Hendra Syahputra yang merupakan personel Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Marinir TNI AL.

Sertu Hendra merupakan anggota Batalyon Taifib I Marinir yang berada di bawah komando Pasukan Marinir (Pasmar) 1.

Sertu Hendra yang 10 Juni 1985 ini berasal dari Dumai, Pekanbaru. Ia menjadi anggota TNI sejak Maret 2005.  Hendra terakhir kali mendapat kenaikan pangkat pada 2010.

Kondisi bagian black box yang ditemukan 500 meter dari posisi lost contact pesawat, masih dalam kondisi baik. Selanjutnya black box diserahkan kepada pihak berwenang yaitu Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

Penemuan ini disampaikan Komandan Satuan Tugas SAR TNI AL, Kolonel Laut (P) Isswarto kepada media di atas LCU (Landing Craft Utility) KRI Banda Aceh-593 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018).

“Setelah menemukan kotak hitam, Tim SAR TNI AL akan tetap melanjutkan pencarian puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018 berikut korban,” ujarnya.

Menurut Kolonel Isswarto, perkembangan pencarian korban di perairan Karawang Laut Jawa, saat ini telah ditemukan hot spot jatuhnya JT-610 hasil kerja sama TNI, Basarnas dan instansi terkait.

Dijelaskan bahwa hot spot ditemukan hasil deteksi KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) yang mempunyai kemampuan mendeteksi di bawah laut. Termasuk dari kapal Baruna Jaya I menggunakan alat pendeteksi pinger log cater, sehingga dapat ditemukan sinyal dari pada black box.

Selain penemuan black box , Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) yang dipimpin Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul juga menemukan potongan tubuh manusia, surat izin mengemudi, pakaian, serpihan badan pesawat JT-610 di dasar laut perairan Karawang Laut Jawa.

 Puspen TNI/Beni Andrian

Tidak ada komentar