Taubat Seanang Anak Dari Pemimpin Najran

Ibnu Hisyam berkata, “Aku mendengar bahwa para pemimpin Najran—mereka beragama Nasrani—selalu saling mewariskan kitab-kitab kepada orang setelah mereka. Setiap kali ada seorang pemimpin mereka yang mati, kepemimpinan pun beralih kepada yang lainnya.

foto:pintuka'bah.com

Buku-buku itu distempel dengan satu stempel bersama dengan stempel sebelumnya dan tidak dihancurkannya. Hingga, suatu hari keluarlah pemimpin yang sezaman dengan Rasulullah saw. yang berjalan. Namun, tiba-tiba dia tersungkur jatuh. Anaknya berkata kepadanya, ‘Celaka yang jauh—yang dia maksudkan adalah Rasulullah saw..’

Ayahnya berkata kepadanya, “Janganlah engkau lakukan itu, karena sesungguhnya dia adalah benar-benar seorang nabi, dan namanya ada di dalam kitab-kitab itu.”

Ketika pemimpin itu meninggal dunia, anaknya tidak mempunyai keinginan sama sekali untuk mengambil alih kepemimpinan itu justru dia segera menghancurkan stempel-stempel tadi. Dia mendapatkan di dalamnya disebut Rasulullah saw., hingga dia pun segera masuk Islam dan menjalankan agamanya dengan baik kemudian melaksanakan ibadah haji.
   
Dia adalah orang yang mengatakan,

    Dia berlari kepadamu karena jengkel gesper pengikatnya
    Menolak janin yang berada di dalam perutnya
    Agama Nasrani bertentangan dengan agamanya

Ibnu Hisyam berkata, “Al-Wadhin artinya ‘gesper pengikat unta.’” Dan Hisyam bin Urwah menambahkan ke dalam syair itu, “Menolak janin yang berada di dalam perutnya.”  /kisahislami

1 komentar:

  1. https://www.tribunusmisteri.com/2018/10/sejarah-dan-fenomena-leak-di-pulau.html

    BalasHapus